BP3MI DKI Jakarta Kupas Tuntas Transformasi Pekerja Migran Indonesia Melalui SISPOPMI

  • Diposting pada 2022-09-02 15:00:32

Jakarta, BP2MI (30/8) - Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, Kombes Pol. Hotma Victor Sihombing, mengikuti kegiatan Seminar Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I, yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), di Gedung Pusdiklat Kepemimpinan LAN-RI, Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Proyek perubahan adalah gagasan dan inovasi dari para pimpinan tinggi, yang akan diimplementasikan bagi instansi itu sendiri, dalam hal ini Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). 

Kombes Pol. Hotma memaparkan proyek perubahannya, yaitu berupa Transformasi Pekerja Migran Unprosedural melalui Sistem Pendataan Online Pekerja Migran Indonesia (SISPOPMI).

Inovasi ini merupakan gagasan yang lahir dari maraknya pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural dan keinginan untuk memberikan pelindungan prima kepada PMI.

“Maraknya PMI yang berangkat secara nonprosedural membuat kami menggagas inovasi SISPOPMI. Kami harap inovasi ini dapat melindungi PMI dan menjadi salah satu solusi bagi PMI untuk mendapatkan hak-haknya, yakni terdata, serta pelayanan fasilitasi yang lengkap,” tuturnya.

Hotma memaparkan lebih lanjut tentang SISPOPMI. Bentuk inovasi sistem ini adalah pendataan program peningkatan pelindungan bagi PMI nonprosedural hasil pencegahan dan terindikasi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), melalui pengupayaan terciptanya database terpadu, serta fasilitasi PMI melalui jalur prosedural.

“Nantinya setiap PMI nonprosedural yang terdata, dapat difasilitasi dengan memilih beberapa ketentuan, di antaranya dipulangkan ke daerah asal, difasilitasi penyelesaian kasus hukumnya, atau difasilitasi ditempatkan kembali, jalur resmi menjadi PMI secara prosedural,” jelasnya.

Dalam penjabarannya, Hotma didampingi Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia Afrika, Agustinus Gatot Hermawan, yang mewakili Kepala BP2MI selaku mentor. Seminar ini dihadiri oleh Sekretaris Utama LAN-RI selaku narasumber, Reni Suzana dan Makhdum Priyatno sebagai penguji.

Deputi Gatot mendukung penuh inovasi ini. Ia yakin bahwa SISPOPMI dapat mengurangi pengiriman PMI secara nonprosedural. Lanjutnya, BP2MI akan memiliki database PMI hasil pencegahan. Hasil tersebut dapat memantau proses penanganan dan penempatan PMI. 

Pemerintah daerah pun dapat terbantu dengan pendataan warganya yang berangkat nonprosedural. Gatot juga memiliki harapan agar sistem ini dapat direplikasi di seluruh BP3MI.

“Kami harap agar project leader beserta tim agile melanjutkan milestone dan tahapan yang telah disusun, dengan mengintegrasikan SISPOPMI dengan SISKOP2MI, serta dapat direplikasi di 23 BP3MI di seluruh Indonesia, sehingga inovasi SISPOPMI dapat dimanfaatkan secara optimal, dengan tujuan mempermudah pendataan PMI. Pada akhirnya, pelindungan PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki, dapat terwujud seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo”, harapnya.